Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu, Dukung Pemenuhan Gizi Anak di Sulsel

  • Bagikan
banner 468x60

Makassar, Menit7. Com — Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri sekaligus menyaksikan pelepasan secara simbolis distribusi bantuan produk susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melalui PT Nestle Indonesia untuk masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Baruga Asta Cita dan Pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026).

Example 300x600

Pelepasan bantuan dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PPPA RI, PT Nestle Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta Muslimat NU Sulsel.

Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya masyarakat yang membutuhkan.

“Ini merupakan inisiatif sebagai wujud nyata semangat dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

Ia menegaskan, anak merupakan generasi penerus sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu, pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, sehat dan mendapatkan perlindungan harus menjadi perhatian bersama.

Dalam program tersebut, sebanyak 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menerima bantuan dengan total 177.500 pcs produk susu atau sekitar 5.000 karton.

Menteri PPPA mengingatkan agar bantuan tersebut tidak hanya dipandang sebagai bantuan pangan, tetapi menjadi bagian dari upaya yang lebih menyeluruh. Distribusi perlu disertai edukasi kepada keluarga, pemantauan setelah bantuan diberikan, serta kemudahan akses terhadap layanan kesehatan.

Ia juga menekankan pentingnya pemberian makanan sesuai usia dan kebutuhan tumbuh kembang anak. Untuk bayi usia 0–6 bulan, ASI eksklusif tetap menjadi prioritas. Setelah usia enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI dapat dilakukan dengan tetap memberikan ASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk investasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, investasi terhadap generasi masa depan memiliki nilai strategis yang tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur.

“Ini adalah investasi sumber daya manusia. Tidak bisa dibandingkan dengan investasi infrastruktur yang setiap saat bisa berganti. Ini investasi generasi emas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andi Sudirman.

Ia menilai keterlibatan berbagai pihak, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan, sangat dibutuhkan dalam membantu masyarakat.

Kolaborasi tersebut, kata dia, menjadi kunci untuk mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk peningkatan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi anak.

Andi Sudirman juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT Nestle Indonesia dalam membantu masyarakat Sulawesi Selatan, terutama anak-anak yang berada di wilayah pedesaan dan pelosok.

Ia mengungkapkan, Pemprov Sulsel sebelumnya telah melakukan intervensi terhadap sekitar 15.120 anak dalam penanganan stunting. Program tersebut dilakukan melalui pemberian makanan yang diformulasikan sesuai kebutuhan anak selama 59 hari. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *