DKPPKB Sulbar Ikuti Pembekalan Pelaksanaan Recall MP-ASI oleh Kemenkes RI

  • Bagikan
banner 468x60

Mamuju, Menit7.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas pemantauan praktik Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi DKPPKB Sulbar dalam kegiatan Pembekalan Pelaksanaan Recall MP-ASI yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) secara daring, Jumat 29 Mei 2026

Example 300x600

Kegiatan ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Pembekalan yang dipimpin oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, dr. Lovely Daisy, bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan pemantauan praktik MP-ASI di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan stunting dan perbaikan status gizi balita.

Praktik pemberian MP-ASI yang tepat merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung tumbuh kembang anak pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain itu, data hasil recall MP-ASI menjadi dasar dalam menilai kualitas konsumsi makanan balita, termasuk keberagaman pangan dan kecukupan konsumsi protein hewani.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan target nasional bahwa minimal 80 persen balita usia 6–23 bulan menjadi responden wawancara, dan 80 persen dari jumlah tersebut memenuhi indikator praktik MP-ASI yang baik.

Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kualitas data menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program percepatan penurunan stunting.

“Pemantauan MP-ASI bukan sekadar mendata. Ini tentang memastikan setiap balita memperoleh asupan gizi yang sesuai standar untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Data yang akurat dari kader menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan menentukan keberhasilan upaya penurunan stunting,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menambahkan, DKPPKB Sulbar akan terus memperkuat pembinaan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan recall MP-ASI dapat berjalan lebih optimal.

“Keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga gizi, bidan, promosi kesehatan, kader Posyandu, hingga pemerintah daerah. Dengan kerja bersama, kita dapat memastikan intervensi gizi tepat sasaran dan berdampak nyata bagi penurunan stunting di Sulawesi Barat,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, DKPPKB Sulbar akan melakukan penguatan koordinasi dan persiapan pelaksanaan Recall MP-ASI Triwulan II yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh Puskesmas di kabupaten se-Sulawesi Barat guna memastikan capaian indikator dapat meningkat dibanding periode sebelumnya.

Melalui penguatan pemantauan praktik MP-ASI, DKPPKB Sulawesi Barat optimistis dapat mendukung terwujudnya generasi Sulawesi Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *