Pemkab Barru Perkuat Penanganan Kekeringan, Distribusi Air Bersih Jadi Prioritas

  • Bagikan
banner 468x60

Barru, Menit7 Com — Pemerintah Kabupaten Barru memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan kekeringan berkepanjangan akibat fenomena El Niño. Pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi salah satu prioritas utama, disertai peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lainnya.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat lintas sektor yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., di Pos Komando Siaga Darurat Bencana, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barru, Senin (12/10/2026).

Example 300x600

Rapat tersebut menjadi forum evaluasi kondisi terkini di lapangan, identifikasi berbagai kendala, sekaligus penyusunan langkah strategis dan terukur dalam menghadapi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta angin kencang.

Dalam arahannya, Andi Syarifuddin menekankan pentingnya koordinasi berkala antar organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait agar upaya mitigasi serta penanganan bencana dapat berjalan efektif.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih harus menjadi perhatian serius mengingat masyarakat masih menghadapi dampak musim kemarau berkepanjangan.
Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana yang telah disepakati dalam rapat sebelumnya harus segera ditindaklanjuti melalui langkah operasional yang jelas.

Hal tersebut mencakup kesiapan personel, sarana dan prasarana, hingga dukungan anggaran bagi instansi yang terlibat dalam penanganan bencana.

Sekda meminta seluruh OPD dan instansi terkait segera melakukan pemetaan wilayah terdampak serta menyusun rencana distribusi air bersih secara terukur.
Perencanaan tersebut, kata dia, harus mencakup lokasi sasaran, volume kebutuhan air, frekuensi penyaluran, serta pembagian tugas masing-masing instansi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara tepat sasaran.

“Selama kondisi belum normal dan hujan belum turun secara merata, kita perlu tetap waspada. Kesiapsiagaan harus terus diperkuat, baik dalam penanganan kekurangan air bersih maupun dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lainnya,” tegasnya.

OPD yang mengalami kendala operasional juga diminta segera berkoordinasi dan mengusulkan kebutuhan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan tanpa terkendala keterbatasan dukungan operasional.

Selain kekeringan, Sekda juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir dan tanah longsor apabila hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi.

Hujan Diprediksi Meningkat Desember
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Barru, Umar Sinampe, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Barru, diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan pada dasarian pertama Desember.

“Untuk Oktober dan November, wilayah kita masih berpotensi mengalami curah hujan rendah, sekitar 0 sampai 20 milimeter,” jelas Umar.

Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu diantisipasi karena ketersediaan air baku di Kabupaten Barru semakin terbatas.

Sebagai langkah jangka pendek, BPBD mendorong penggalakan sumur gali di tujuh kecamatan sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

Umar juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan di wilayah hulu untuk mempertahankan ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko bencana.

Sementara untuk jangka panjang, pembangunan embung atau bendungan dinilai dapat menjadi salah satu alternatif solusi penyediaan cadangan air. Namun, pembangunan tersebut membutuhkan kajian teknis yang matang serta dukungan anggaran yang memadai.

BPBD Asesmen 273 Rumah Terdampak Angin Kencang
Dalam rapat tersebut, Umar juga melaporkan bahwa BPBD Kabupaten Barru telah melakukan asesmen terhadap 273 rumah yang terdampak angin kencang.

BPBD bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik dasar kepada masyarakat terdampak. Sementara penanganan kerusakan rumah selanjutnya dikoordinasikan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan instansi terkait.
Penanganan tersebut akan mempertimbangkan tingkat kerusakan, ketersediaan anggaran, serta ketentuan yang berlaku.

Rapat lintas sektor tersebut dihadiri Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Barru, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTR), Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja, Damkar dan Penyelamatan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Perhubungan, Dinas Peternakan, dan Dinas Kesehatan.
Turut hadir Kepala Dinas Pangan, Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Direktur Utama PDAM, serta para camat se-Kabupaten Barru.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Barru mendorong seluruh perangkat daerah dan instansi terkait untuk memperkuat sinergi, memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan dan potensi bencana lainnya. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *