Kereta Api Rute Maros-Barru Beroperasi, ini Penjelasan Menhub RI

Daerah452 Dilihat

Barru,menit7.com – Menteri Perhubungan (menhub) RI Budi Karya Sumadi menargetkan proyek kereta api Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah beroperasi Oktober nanti. Namun rute awal yang beroperasi melayani rute Maros-Barru sepanjang 70 kilometer.

Sabtu (28/5/2022) pukul 09.15 Wita, Budi menjajal kereta api rute Maros-Barru itu dari Stasiun Tanete Rilau menuju Stasiun Pelabuhan Garongkong Kabupaten Barru. Rute Maros-Barru ini nantinya akan beroperasi sepanjang kurang lebih 71 km.

Budi turut diampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulkifri, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo, dan Bupati Barru Suardi Saleh dalam menjajal rute tersebut.

“Setelah dua tahun pandemi, ternyata perkembangan dari pembangunan proyek ini sangat signifikan,” kata Budi usai melakukan peninjauan proyek di Stasiun Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru.

Budi menuturkan hasil pertemuan dengan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan beberapa bupati yang wilayahnya dilintasi proyek kereta api memastikan proyek ini akan berjalan baik. Apalagi proyek ini memang menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah pusat.

“Untuk kereta Api Makassar-Parepare, saya sudah 6 tahun mengawal proyek itu dengan segala duka dan dukanya. Alhamdulillah, kerja samanya makin baik. Target pertama kita mengoperasikan kereta penumpang sejauh 70 kilometer (Maros ke Barru),” sebutnya.

Budi menambahkan, selain sebagai kereta penumpang nantinya bisa juga dijadikan kereta wisata. Apalagi jalur kereta ini tidak jauh dari sejumlah destinasi wisata unggulan di Sulsel. Misalnya seperti untuk koneksi ke Rammang-rammang di Maros.

“Bisa dikatakan ini menjadi kereta wisata pertama di luar Jawa dan Sumatera, pertama kali di Sulawesi,” jelasnya.

Kereta api Makassar-Parepare ini nantinya ditargetkan melayani angkutan logistik dan beroperasi tahun 2023. Misalnya ini dimanfaatkan untuk angkutan semen ke pelabuhan, batu bara untuk pembakaran dan lainnya. Lintasannya Maros-Pangkep-Barru (Pelabuhan Garongkong).

Pelabuhan Garongkong akan dikelola oleh PT Pelindo, sedangkan kereta api oleh PT KAI bekerjasama dengan perusahaan daerah (Perseroda).

“Saya yakin dengan kereta berkembang, maka kabupaten akan berkembang,” ucapnya.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menuturkan pihaknya mengapresiasi komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan proyek strategis nasional (PSN) ini dapat berlanjut. Apalagi sudah ada kepastian proyek kereta api tersebut sudah akan beroperasi pada bulan Oktober mendatang.

“Insyaallah sudah disebutkan Pak Menteri, Balai (Perkeretapian) dan sebagainya, termasuk BUMN dan Perusda, bahwa bulan 10 sudah jalan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *