Semarak HUT RI ke-78 di Kabupaten Maros, Berlomba Menjadi Yang Terbaik

Daerah189 Dilihat

Maros, Menit7.com — Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 yang jatuh setiap tanggal, 17 Agustus 1945, serentak diperingati seantero nusantara. Yel…yel….teriakan Merdeka …, merdeka pun menggema di seluruh pelosok desa.

Untuk menyemarakkan hari kemerdekaan ini, berbagai acara dan lomba dilaksanakan, baik di tingkat desa mau pun nasional. Seluruh komponen bangsa Indonesia merayakan hari yang sakral ini.

Tim Dewan Pimpinan Daerah Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (DPD APKAN RI) Kab. Maros diundang mengikuti upacara dan karnaval yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Maros.

” Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke 78 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Maros menggema di seluruh pelosok desa,” lapor Supardi salah seorang anggota APKAN dari lapangan upacara Kec. Simbang.

Upacara bendera berlangsung hikmad. Dihadiri Camat Simbang, Baharuddin, para kepala desa, tokoh agama, pemuda dan anggota DPD APKAN RI Kab. Maros. Juga berlangsung di Kecamatan Tanralili dan Kecamatan Marusu.

Dari pantauan Tim DPD APKAN RI Kab. Maros, melihat pelaksanaan peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini menampilkan berbagai adat istiadat. Budaya Nusantara dari pakaian adat hingga hasil pertanian. Nampaknya, para pelaksana berlomba ingin menjadi yang terbaik di hari Kemerdekaan RI yang ke 78 ini.

Di Kecamatan Marusu, tak kalah semaraknya. Ada sekitar 20 sekolah Taman Kanak -kanak (K) dan PAUD se Kecamatan Marusu ikut karnaval.
Karnaval ini disaksikan langsung oleh Camat Marusu, Syamsu Idrus didampingi 7 Kepala Desa (kades). Yakni, Kades Desa Nisombalia, Sulkarnain, Kades Pa’bentengang, Jafar Patta, Kades Temmapaduae, Aminuddin Kurdin, Kades Abulosibatang, Kasri, Kades Bonto Matene, Sangkala, Kades Marumpa Saleh, Kades Tellupocoe, H. Danial.

Menurut Camat Marusu, Syamsu Idrus tradisi memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang diperingati setiap tahun pada tanggal 17 Agustus adalah momentum untuk saling memperat hubungan silahturahim antar murid dengan murid. Murid dengan orangtua dan antara orangtua murid dengan orangtua murid satu dengan yang lain.

Namun tak kalah pentingnya, yang harus ditanamkan ke dalam jiwa anak-anak kita ada jiwa patriotisme kepahlawanan bagaimana para pejuang rela mengorbankan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. ” Jiwa kepahlawanan inilah yang harus ditanamkan kepada anak -anak kita di usia dini agar menghargai para pahlawannya,” ujar Syamsu.

Sementara panitia, Japar Pattah yang juga Kepala Desa Pa’bentengang, ada dua puluhan TK dan PAUD yang ikut karnaval. Dalam setiap sekolah TK dan PAUD mengikutkan muridnya 20 hingga 50 orang dan siswa SD serta SMP. “Perayaan hari kemerdekaan tahun betul-betul semarak. Apalagi anak- anak yang ikut karnaval harus didampingi orangtuanya berbaris. Nampak orangtua maupun warga sangat antusias menyaksikan berlangsungnya karnaval. Sangat meriah,” ujar Jafar singkat. (anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *