Virus PMK Mulai Menyerang Hewan Ternak di Kabupaten Maros

Daerah330 Dilihat

Maros, menit7.co.id – Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini menyerang hewan ternak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Penyebaran virus PMK tersebut sangat cepat menyebar di beberapa kecamatan dan desa. Seperti di Kecamatan Moncongloe kemudian di Marusu, desa Bontomatene (Kampala), Desa A’bulosibatang Kec. Marusu dan akan menyebar ke desa lainnya.

Saking cepatnya penyebaran virus PMK tersebut Pemerintah Desa A’bulosibatang, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan melaksanakan Sosialiasi Pencegahan dan Penanganan PMK ( Pentakit Mulut dan Kuku) pada hewan ternak. Acara sosialisasi berlangsung di kantor Desa A’bulosibatang, Selasa, (16/8/2022), dihadiri Kepala Desa Abulosibatang Kasri, camat Marusu H. Suwardi, drh. Ujistiani Abidin, Bimmas Abulosibatang Hattawing, para Kepala Dusun Ketua RT dan BPD serta para pemilik hewan ternak.

Dalam acara sosialisasi tersebut terdata beberapa kasus. Seperti di A’bulosibatang 10 kasus, Moncongloe 17 kasus dan Kampala Bontomatene, 17 kasus. Sosialisasi ini akan terus berlanjut sampai ke desa- desa.

Kades Kasri melaporkan bahwa di Desa Abulosibatang terjadi 10 kasus. Untuk mencegah penyebaran virus PMK perlu kerjasama dan perhatian dari para warga pemilik hewan. ” Pemilik hewan (Sapi) yang terlanjur sapinya kena PMK, sapinya harus dikandangkan,” ujar Kasri.

Menurut Kasri, virus PMK ini sangat cepat menyebar dan menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing langsung dilaporkan ke Dinas Perternakann untuk diambil tindakan penanganan, pencegahan dan pengobatan.

“Kemungkinannya, angka ini akan bertambah apabila kita lengah,” kata Kasri desa Abulosibatang

Sementara drh. Hewan, Ujistiani Abidin
menjelaskan tentang ciri-ciri hewan ternak yang terjangkit penyakit PMK. Menurut Ujistiani, virus PMK ini sangat rentang menular dan menyerang ternak Dapi, Kerbau dengan tanda- tanda, air liur meleleh terjadi pembengkakan pada mulut dan kaki luka. ” Apabila tanda-tanda ini terdapat pada hewan sapi agar secepatnya dilaporkan untuk diambil tindakan pencegahan pengobatan,” beber Ujistiani.

Pada kesempatan yang sama Camat Marusu, H. Suwardi mengajak kepada para warga pemilik hewan ternak sapi agar bersama-sama menjaga sapinya dengan mengkandangkan sapinya.

“Kalau tidak ditangani dengan baik, maka yang rugi adalah para pemilik hewan itu sendiri. Maka, tindakan yang dilakukan adalah agar hewan dikandangkan,” ujar H. Suwardi. (anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *