Anggota DPR/MPR RI Muawiyah Ramly Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

politik341 Dilihat

Maros, Menit7.co.id – Anggota DPR/MPR-RI Fraksi-PKB, Komisi X, Drs. H.Andi Muawiyah Ramly, M.Si yang akrab disapa Puang Amure hadir di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (21/9/2022). Kehadirannya di “Butta Salewangang” ini dalam rangka mengunjungi konstituennya untuk menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus mensosialisasikan 4 (empat) pilar kebangsaan, yakni: 1. Pancasila, 2. NKRI, 3. UUD 1945 dan 4. Bhineka Tunggal Ika.

Acara yang diramu dalam sesi tanya jawab ini cukup mengundang perhatian warga Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa yang dihadiri sekitar 300-an warga Salenrang dan emak emak. Hadir pula pengurus dari PKB Sinjai, Majene, Bulukumba, Parepare, Ketua DPC PKB Kab Maros, H. Havid Pasha, anggota DPRD Kab. Maros, H.Muh. Natsir Ketua Tim Sahabat Amure, Jhohansa Haruna dan pengurus DPD APKAN Kab. Maros serta tokoh agama, Sumardi.

Mengawali sambutan,
Jhohansa Haruna menyampaikan, bahwa sosialisasi 4 pilar kebangsaan adalah program yang sangat penting untuk diadakan agar masyarakat tahu dan memahami untuk menambah kesadaran berbangsa dan bernegara. Sehingga kita tidak mudah dicerai beraikan dan terkotak-kotak.

Sementara Natsir, S. Sos, anggota DPRD Maros, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Puang Amure ditengah-tengah warga Salenrang. Ini membuktikan bahwa sosok Puang Amure adalah salah satu wakil rakyat yang selalu hadir ditengah-tengah masyarakat, kapan dan dimana pun, menyapa dan menyerap aspirasi rakyat.

Menurut Natsir, Puang Amure juga telah berhasil memperjuangkan pemberian beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dan hasilnya sudah ribuan siswa SD, SMP dan SMA menerima beasiswa di Dapil Sulsel II.

Pada kesempatan itu, Drs. Muawiyah Ramly menjelaskan tentang pentingnya 4 pilar kebangsaan untuk dipahami.
Karena ada beberapa kasus. Salah satunya, seorang pejabat bahkan ada ketua DPRD yang tidak hafal teks Pancasila terpaksa mengundurkan diri. ” Olehnya itu 4 pilar kebangsaan ini harus disosialisasikan ditengah-tengah masyarakat agar paham betul,” ujar Puang Amure. (anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *