Cerita Lucu di Balik Pilkades Serentak di Takalar (Part 2 – Selesai), Cakades Kerjakan 100 Soal Ujian Hanya 20 Menit

politik362 Dilihat

Takalar, Menit7.co.id – Sementara urutan keenam, Risandi, SP. SH.M.Si nilai 76, urutan ketujuh Ramli SH nilai 64, urutan kedelapan M.Thahir nilai 63 serta yang terakhir Nurhayati Thahir nilai 61. Sesuai informasi dari Biringkassi bahwa Ramli telah selesai program magister (S2).

Selain itu adalagi cerita penuh tanda tanya, datang dari desa Popo Kec Galsel, Dari tujuh Bakal calon kepala desa hanya satu yang ber-ijazah Sarjana (S1) berinisial B.

Sebagai mantan Kades di desa Popo, sudah pasti berpengalaman. Mengingat masyarakat desa Popo selama dua periode berturut-turut menitipkan amanah di pundaknya.

Dengan masa tugas di atas 10 tahun maka jangan ditanyakan soal kompetensi karena telah teruji. Masyarakat pun tidak mungkin salah memilih karena selalu berinteraksi langsung dengan lelaki B

Dari sisi ini, bisa dipastikan lelaki B memiliki
kejujuran, ketulusan, kredibilitas; akhlak, karakter, kelakuan, kepribadian, moralitas dan perangai sehingga masyarakat desa beri kepercayaan.


Namun, semua yang ada pada pribadi B sebagai syarat seorang pimpinan di negeri ini, tersisih oleh enam pendatang baru bermodalkan ijazah SMA,

Lelaki B, bukan hanya berada pada urutan terakhir, tetapi nilainya pun terpaut jauh dan merah pula.

Adapun nama-nama peserta dengan skoring nilai sebagai berikut
Urutan Pertama, Ikhwan Ainul Syam, total nilai 76. Nomor urut kedua,Syamsinar, total nilai 75, Nomor ketiga, Muh.Safri dengan total nilai 73. Sedangkan urutan Keempat dan Kelima masing-masing, Makmur dengan nilai 71 sedangkan Siska nilai 70.

Sementara urutan keenam ditempati Abdul Radjab Amin dengan nilai 69. Nomor buncit ditempati petahana, dengan nilai 58.

Selain mantan Kades Popo, ada juga
Cerita lucu yang disampaikan seorang
mantan kepala desa di desa Banggae Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan (Sulsel) berinsial MS, saat ditemui di kediamannya di desa Banggae Minggu (13/11/2022).


Ia menceritakan ada hal menarik yakni lima bakal calon kades yang mendaftar terakhir, mengerjakan soal membutuhkan waktu hanya 20 menit dengan soal sebanyak 100 nomor. Sementara saya masih sibuk mengerjakan soal ujian.

Lanjut MS, “yang mengherankan, lima orang yang di dalam ruang lamanya kurang lebih 20 menit dinyatakan lulus semua.

Ketika cerita-cerita lucu bin aneh mencuat keruang publik memunculkan sejumlah pertanyaan.
Pertama, apakah karena mereka sangat pintar? Kedua, Apakah karena mereka telah mengantongi kunci jawaban? Ketiga, Apapun yang mereka jawab pasti hasilnya dinyatakan lulus?

Bila asumsi publik yang bersiliweran di berbagai platform media sosial itu benar adanya. Dan bisik-bisik para ibu saat ikut bakar ban bekas di jalan jadi nyata maka patut disesalkan karena IPDN(Insitut Pemerintahan Dalam Negeri) Sulawesi Selatan tercoreng nama besarnya.

IPDN Sulsel sebagai lembaga perguruan tinggi kredibel dan independen yang dipercayakan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam hal ini P2 KD(Panitia Pemilihan Kepala Desa) sebagai penguji semua bakal calon kepala desa di Takalar

Ujian Tertulis dan Uji Kompetensi

Selama penelusuran media ini, belum pernah menemukan ada pihak baik PLT Kades maupun bakal Cakades bahwa telah dilakukanya ujian kompotensi.

Sehubungan dengan dugaan tidak dilaksanakan ujian kompetensi sebagaimana tudingan beberapa pihak. Sekretaris P2KD Takalar Adriyanto Radjab kepada media ini, Rabu (23/11/2022) menegaskan,
“Ujian kompetensi adalah dalam bentuk ujian tertulis.”

Diketahui, Ketua P2KD Takalar Dr Hj Nilal Fauziah melalui suratnya nomor:100/526/PZKD-TKI/XI/2022 Tanggal, 13 November 2022 Surat yang ditujukan kepada Bakal Calon Kepala Desa Tarowang Abdul Halim

Pada poin ketiga surat yang ditandatangani ketua dan sekretaris P2KD Takalar bunyinya begini, Bahwa terkait adanya rekayasa Rekapitulasi Hasil Nilai Seleksi Tambahan Bakal Calon Kepala Desa dari lampiran berita acara Seleksi Tambahan Bakal calon Kepala Desa, maka kami tegaskan bahwa itu tidak benar (habis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *