Hadiri Maulid PS Nur Ilham, Wabup Abustan Dorong Generasi Muda Perkuat Akhlak dan Karakter

  • Bagikan
banner 468x60

Barru, Menit7. Com — Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus melakukan introspeksi terhadap kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Wabup Abustan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Perguruan Silat (PS) Nur Ilham di Botto-Botto, Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sabtu (12/9/2026).

Example 300x600

Menurut Abustan, hakikat peringatan Maulid bukan terletak pada kemeriahan acara, tempat pelaksanaan maupun bentuk seremonialnya, tetapi pada sejauh mana umat Islam mampu mengambil hikmah dari kehidupan dan keteladanan Rasulullah SAW.

“Yang paling penting bagi kita hari ini adalah bagaimana mewujudkan kecintaan kita kepada Nabiullah Muhammad SAW,” ujar Abustan.

Ia menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, pembacaan shalawat maupun mendengarkan tausiah. Kecintaan tersebut harus tercermin dalam sikap, akhlak dan perilaku sehari-hari.

“Yang perlu adalah bagaimana kita mengintrospeksi. Apakah kita ini betul-betul sudah sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW?” katanya.

Abustan mengingatkan, umat Islam telah memiliki pedoman kehidupan melalui ajaran Rasulullah SAW. Karena itu, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jangan hanya kita melaksanakan ibadah, tetapi dalam aktivitas sehari-hari justru tidak mencerminkan apa yang diajarkan Rasulullah,” pesannya.

Selain menyampaikan pesan keagamaan, Abustan memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan PS Nur Ilham sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Ia mengaku memiliki harapan besar agar PS Nur Ilham terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Saya bermimpi PS Nur Ilham ini bisa berguna bagi banyak orang. Karena itu, perguruan ini perlu terus dikembangkan, terutama kepada generasi muda,” harapnya.

Menurut Abustan, pencak silat bukan sekadar mengajarkan kemampuan fisik dan bela diri. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, keberanian, kepercayaan diri dan pembentukan jati diri.

Namun, ia mengingatkan agar kemampuan bela diri tidak disalahartikan sebagai ajang untuk menunjukkan kegagahan.

“Pencak silat bukan untuk gagah-gagahan. Yang kita bangun adalah kepercayaan diri, kedisiplinan dan jati diri. Ilmu yang dimiliki harus digunakan untuk hal-hal yang baik,” tegasnya.

Karena itu, Abustan mendorong PS Nur Ilham melengkapi pembinaan fisik dengan kegiatan keagamaan, termasuk pengajian secara rutin.

“Kalau kegiatan fisik sudah ada melalui latihan silat, maka perlu diimbangi dengan kegiatan nonfisik, seperti pengajian. Dengan begitu, anak-anak kita tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki iman, akhlak dan karakter yang baik,” ujarnya.

Ia berharap PS Nur Ilham dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang sehat secara fisik, kuat secara mental, matang secara spiritual dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Abustan juga mengajak keluarga besar PS Nur Ilham menjadikan perguruan sebagai ruang mempererat persaudaraan, persatuan dan kesatuan. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *