KONI Barru Berpacu dengan Waktu, 24 Cabor Butuh Dukungan untuk Tembus Porprov XVIII

  • Bagikan
banner 468x60

Barru, Menit7. Com — Persiapan kontingen Kabupaten Barru menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Wajo dan Bone pada 7–14 November 2026 dihadapkan pada tantangan serius.

Sebanyak 24 cabang olahraga (cabor) Barru telah memastikan tiket untuk berlaga pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Namun, keterbatasan anggaran membuat kebutuhan pembiayaan keberangkatan seluruh cabor masih memerlukan dukungan tambahan.

Example 300x600

KONI Kabupaten Barru pun mendorong seluruh pengurus cabor agar tidak hanya mengandalkan anggaran KONI, tetapi mulai aktif mencari dukungan melalui sponsor, bapak angkat maupun sumber pendanaan lain yang sesuai dengan ketentuan.
Ketua KONI Kabupaten Barru, Herman Jaya, S.Pi., mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan persiapan sekaligus menyusun skala prioritas pembiayaan kontingen.

Menurutnya, meningkatnya jumlah cabor yang lolos tahun ini otomatis berdampak terhadap kebutuhan anggaran. Terlebih, terdapat sejumlah cabor beregu yang membutuhkan biaya cukup besar karena melibatkan banyak atlet, pelatih dan ofisial.

“Kami mendorong seluruh cabor untuk tidak hanya menunggu anggaran dari KONI. Masih ada waktu sebelum Porprov dilaksanakan. Waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk mencari sponsor dan bapak angkat agar persiapan atlet tidak terganggu,” ujar Herman.

Dua cabor beregu yang membutuhkan perhatian besar adalah sepak bola dan hoki. Keduanya masing-masing berhasil meloloskan tim putra dan putri ke Porprov XVIII.

Untuk kebutuhan kedua cabor tersebut, anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp280 juta, dengan rincian kurang lebih Rp140 juta untuk sepak bola dan Rp140 juta untuk hoki.

Namun, dengan kondisi anggaran yang terbatas, KONI Barru saat ini diperkirakan hanya mampu membantu sekitar 60 hingga 70 persen dari kebutuhan masing-masing cabor beregu.

Kekurangan tersebut diharapkan dapat ditutupi melalui dukungan sponsor, bapak angkat, dunia usaha maupun bentuk dukungan lainnya yang diperbolehkan sesuai ketentuan.

Herman menegaskan, Porprov bukan hanya menjadi tanggung jawab KONI maupun pengurus masing-masing cabor. Ajang tersebut merupakan momentum bersama untuk membawa nama Kabupaten Barru dan mengukir prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Para atlet, kata dia, telah melewati proses panjang, mulai dari latihan, seleksi hingga tahapan kualifikasi sebelum memastikan tiket menuju Porprov.
“Para atlet kita telah berjuang melalui tahapan seleksi dan kualifikasi hingga berhasil lolos. Sekarang mereka membutuhkan dukungan bersama agar perjuangan tersebut dapat dilanjutkan di Wajo dan Bone,” jelasnya.

Meski berharap seluruh 24 cabor dapat diberangkatkan, Herman mengakui KONI tetap harus realistis dalam menyusun pembiayaan kontingen.

Evaluasi terhadap keberangkatan setiap cabor tetap dimungkinkan apabila kebutuhan anggaran tidak dapat dipenuhi. Kesiapan masing-masing cabor, peluang meraih medali serta kemampuan keuangan akan menjadi bagian dari pertimbangan jika kondisi tersebut benar-benar terjadi.

“Kita tentu menginginkan seluruh 24 cabor yang telah lolos dapat diberangkatkan. Tidak memberangkatkan cabor merupakan pilihan terakhir. Karena itu, sebelum pilihan tersebut diambil, kami mengajak semua pihak bergerak bersama mencari solusi,” katanya.

KONI Barru berharap semangat gotong royong dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan kontingen. Pemerintah daerah, BUMD, BUMN, dunia usaha, perbankan, insan olahraga hingga masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian dalam mendukung perjuangan para atlet Barru.

“Jangan biarkan perjuangan atlet terhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Kalau semua pihak ikut mengambil bagian, Insya Allah seluruh cabor dapat diberangkatkan dan berjuang mengharumkan nama Kabupaten Barru,” pungkas Herman Jaya.(*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *