banner 728x250

Sinergi Kuat, KONI Barru Matangkan Persiapan Porprov 2026

  • Bagikan
banner 468x60

Barru Menit7,com – Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik di lapangan, melainkan cerminan dari manajemen yang solid serta dukungan moral yang berkelanjutan. Hal ini ditegaskan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barru dalam rapat koordinasi bersama dewan penyantun anggaran yang digelar di ruang rapat KONI, Senin (4/5).

Rapat tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Baznas Barru, manajemen PLTU Bawasaloe, hingga jajaran perbankan seperti BRI, BNI, dan Mandiri. Kehadiran mereka menandakan bahwa pembangunan prestasi olahraga di Barru kini menjadi tanggung jawab bersama.

Example 300x600

Sinergi lintas sektor ini difokuskan untuk memastikan para atlet Barru dapat tampil maksimal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII yang akan digelar di Bone dan Wajo pada 2026 mendatang.

Ketua KONI Barru, Herman Jaya, menegaskan bahwa besarnya dukungan anggaran harus diimbangi dengan integritas tinggi dalam pengelolaannya. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada para mitra.

“Proposal dan dokumen pertanggungjawaban bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kehormatan kita terhadap dukungan yang diberikan para mitra,” ujarnya.
Ia menambahkan, prinsip sportivitas tidak hanya berlaku bagi atlet di arena pertandingan, tetapi juga bagi para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.

Sementara itu, Baznas Barru memberikan catatan penting terkait regulasi penyaluran bantuan yang mengacu pada ketentuan 9 asnaf. Hal ini memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan tetap berada dalam koridor aturan dan memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat.

Tak hanya fokus pada ajang tingkat provinsi, KONI Barru juga merencanakan pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) yang akan melibatkan tujuh kecamatan pada tahun depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembinaan atlet sejak usia dini serta upaya menjaga keberlanjutan prestasi olahraga daerah.

Selain itu, ambisi besar juga disampaikan terkait rencana Barru menjadi tuan rumah bersama (joint host) dengan Kota Parepare pada Porprov XIX tahun 2029. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan posisi Barru dalam peta olahraga regional.

Menutup arahannya, Herman Jaya mengusulkan perubahan istilah “bapak angkat” atau “penyandang dana” menjadi “orang tua”. Menurutnya, perubahan ini mencerminkan harapan akan terjalinnya hubungan emosional yang lebih kuat antara para pendukung dan atlet.

Dengan dukungan layaknya orang tua kepada anak, KONI Barru optimistis mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya mengejar medali, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran dan kehormatan di setiap pertandingan. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *