Tim Riset MoRA Fund LPDP UIN Alauddin Dorong Penguatan Perlindungan Kawasan Adat Kaluppini

  • Bagikan
banner 468x60

Enrekang, Menit7.com – Tim Riset MoRA Fund LPDP UIN Alauddin Makassar mendorong penguatan perlindungan kawasan adat Kaluppini melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Manifestasi Trilogi Kerukunan pada Relasi Sosial dan Sistem Ruang Masyarakat Adat Kaluppini’ yang digelar di Kawasan Adat Kaluppini, Kabupaten Enrekang, Kamis (6/8/2026).

FGD tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Kaluppini 2026 yang berlangsung pada 3–9 Agustus 2026 dan diinisiasi Komunitas Pemuda Sa’pulotallu Kaluppini. Kegiatan dihadiri sekitar 120 peserta yang terdiri atas pemerintah desa, pemangku adat, tokoh masyarakat, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat adat.

Example 300x600

Tim riset yang diketuai Zulkarnain AS, mengkaji manifestasi trilogi kerukunan melalui hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam yang tercermin dalam sistem ruang, nilai budaya, praktik ritual, serta kehidupan masyarakat adat Kaluppini.

Zulkarnain mengatakan hasil riset ini diharapkan menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak pada pelestarian kawasan adat.

“Trilogi Kerukunan telah hidup dalam kehidupan masyarakat adat Kaluppini. Melalui penelitian ini, kami ingin mendorong nilai-nilai tersebut menjadi dasar perlindungan kawasan adat sekaligus pijakan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Zulkarnain menambahkan, sebagai bentuk penguatan kolaborasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar turut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Enrekang serta Pemerintah Desa Kaluppini.

“Kerja sama tersebut mencakup bidang penelitian, pelestarian budaya, penguatan kawasan adat, serta pengembangan wisata berbasis budaya dan keberlanjutan lingkungan,” tandas Wakil Dekan III FST UIN Alauddin tersebut.

Kepala Desa Kaluppini, Muh. Salata, mengapresiasi kontribusi Tim Riset MoRA Fund LPDP UIN Alauddin Makassar dalam mendokumentasikan sekaligus menguatkan nilai-nilai budaya masyarakat adat.

“Kami mengapresiasi kontribusi UIN Alauddin Makassar melalui penelitian ini. Kami berharap kerja sama ini semakin memperkuat perlindungan kawasan adat sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya Kaluppini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Budaya Sa’pulotallu Kaluppini, Taufik Syahrandi, menilai Festival Budaya Kaluppini menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Festival Budaya Kaluppini menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya. Kolaborasi antara komunitas, akademisi, dan pemerintah kami harapkan mampu melahirkan gerakan pelestarian budaya yang berkelanjutan,” tuturnya.

Kegiatan tersebut merupakan luaran strategis hibah riset MoRA Air Funds Tahun 2025 yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)–Kementerian Agama RI. Dalam kesempatan itu, tim peneliti juga meluncurkan Policy Brief Penguatan Perlindungan Kawasan Adat Kaluppini Berbasis Trilogi Kerukunan sebagai rekomendasi kebijakan untuk memperkuat perlindungan kawasan adat berbasis nilai-nilai lokal.

Penandatanganan Policy Brief dilakukan oleh Ketua Tim Peneliti Zulkarnain AS, Kepala Desa Kaluppini Muh. Salata, Pemangku Syariat Kaluppini Abdul Halim, Ketua Komunitas Budaya Sa’pulotallu Taufik Syahrandi, Ketua IAI Sulawesi Selatan Syahruyunita, Direktur Nasaruddin Umar Office Apt. Andi Ahmad, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Enrekang Achmad Faisal, serta Anggota DPR RI Komisi X Muslimin Bando.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *