banner 728x250

Badan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung, 500 Personel Siaga Evakuasi

  • Bagikan
banner 468x60

PANGKEP, PAREPOS.FAJAR.CO.ID — Teka-teki keberadaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak akhirnya menemui titik terang.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Minggu, 18 Januari 2026.

Example 300x600

Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan menjelaskan, penemuan bermula saat tim udara melakukan penyisiran sejak pagi hari menggunakan helikopter milik Lanud Sultan Hasanuddin.

“Pada pukul 06.30 WITA, helikopter dikerahkan untuk melakukan pencarian udara. Sebelumnya pukul 06.15 WITA, kami sudah memberangkatkan tim aju dengan membawa drone,” ujar Andi Sultan kepada wartawan.

Hasilnya, pada pukul 07.46 WITA, kru helikopter melaporkan adanya temuan serpihan kecil yang diduga kuat merupakan bagian jendela pesawat. Tak berselang lama, tepat pukul 07.49 WITA, objek yang lebih besar kembali terlihat.

“Kami menerima informasi adanya serpihan berukuran besar yang dicurigai sebagai badan dan ekor pesawat. Lokasinya berada di lereng bagian selatan Gunung Bulusaraung, sekitar 1,5 kilometer dari titik awal (pencarian),” jelasnya.

Meski posisi pesawat telah diketahui, proses menjangkau lokasi bukan perkara mudah. Andi Sultan menyebutkan bahwa akses menuju titik tersebut sangat terjal dan berada di bawah lereng yang curam.

“Akses menuju lokasi badan pesawat cukup terjal dan jauh. Kami harus menghitung betul faktor keselamatan personel sebelum melakukan evakuasi fisik di lapangan,” katanya.

Untuk proses evakuasi nantinya, Basarnas telah menetapkan akan menggunakan jalur pendakian resmi. Jalur ini dinilai paling memungkinkan dibandingkan jalur alternatif lainnya yang dianggap terlalu berisiko bagi keselamatan tim.

“Kami tetap menggunakan jalur pendakian karena aksesnya lebih mudah dijangkau. Sebenarnya ada jalur yang lebih dekat, tetapi kondisinya sangat terjal dan sangat berisiko,” ungkap Sultan.

Guna memperlancar proses evakuasi yang diprediksi akan memakan waktu dan tenaga ekstra, Tim SAR telah menyiagakan ratusan personel gabungan di posko terdekat.
“Di sini sudah ada sekitar 400 sampai 500 personel yang siap membantu proses evakuasi. Saat ini tim masih memantapkan akses dan pengamanan lokasi temuan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Tim SAR masih terus berkoordinasi untuk menentukan langkah teknis pengangkatan material atau korban yang berada di lokasi jatuhnya pesawat. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *