Diknas Sulbar Canangkan Zero ATS

Uncategorized114 Dilihat

Menit7. Com – Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar Mithhar bersama Kepala UPTD BPTIKPK Dinas Pendidikan Sulbar, Oktorio Abraham Saragih, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Mamuju yang di wakili, Kabid SD Haidar,.


Selain itu, hadir juga Kepala Desa Saletto, Abdul Kadir, Kepala Sekolah tingkat SD,SMP dan SMA SMK setempat dan pengawas tingkat SMU serta 15 kepala dusun melakukan pertemuan kolaborasi serta koordinasi bersama.


Dalam pertemuan tersebut mereka membahas tentang penanganan Anak tidak sekolah di desa Saletto untuk menjadi Zero ATS, di aula, Kantor desa(9/9/2023).

Dalam penyampaiannya, Mithhar mengatakan, bahwa penanganan anak tidak sekolah merupakan kegiatan yang menjadi salah satu program yang dicanangkan oleh PJ Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh dalam mengentaskan anak tidak sekolah di Sulawesi Barat.

Menurut Mithar, berdasarkan dari data yang diperoleh dari BKKBN yang menyatakan bahwa jumlah ATS disulbar cukup tinggi,maka dari hal tersebut, maka pemerintah Sulbar dalam hal ini iknas provinsi dengan sigap langsung membentuk tim dengan melibatkan jajaran yang ada di dinas pendidikan Sulbar untuk melakukan validasi data untuk mensingkronkan data yang diberikan dari BKKBN.

Dijelaskan, dari hasil diporeleh dilapangan oleh tim penanganan anak tidak sekolah diknas provinsi Sulbar , menemukan adanya perbedaan dari hasil data BKKBN.

Dari data yang terhimpun oleh tim bahwa terjadi pengurangan anak tidak sekolah. Dari pengurangan tersebut dikarenakan temuan dilapangan sudah banyak dari mereka yang ternyata sudah lulus sekolah, bahkan masih sekolah masuk daftar data mereka putus sekolah.

Namun walaupun terjadi pengurangan, kita melakukan percepatan penanganan agar anak anak yang putus sekolah ini dapat dikembalikan kesekolah, baik pendidikan secara non formal,maupun formal dengan mengembalikan mereka kesekolah, yang saat ini telah berjalan dengan kerjsama diknas pendidikan sekabupaten Sulbar, ujar lelaki lulusan Doktor UNM ini.

Dari kegiatan yang kita laksanakan didesa saletto tentunya yang kita harapkan adalah desa saletto, kedepannya anak anak tidak sekolah ini bisa dikembalikan kesekolah dan segera mendapatkan pendidikan . Dengan kolaborasi yang baik, insya Allah akan memberikan dampak yang baik nantinya sesuai harapan kita semua.

Harapan saya bahwa anak adalah aset bangsa yang perlu kita tangani secara serius. Mereka adalah penerus bangsa ini. Mari saling merangkul dan saling bergandengan tangan , jangan ada kata bahwa ini bukan tugas saya, akan tetapi seluruh komponen bisa bersama sama merangkul untuk menangani masalah ATS.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan MOU kesepakatan penanganan Zero anak tidak sekolah di Desa Saletto bersama pihak pihak terkait.(jumriani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *