Festival Adat dan Budaya Internasional Akan Digelar di Sulawesi Selatan

Budaya, Daerah294 Dilihat

Makassar, Menit7.com – Rumah Makan Wong Solo di Makassar siang  tadi (2/7) menjadi saksi Sejarah bakal diadakannya perhelatan akbar Adat Budaya bertaraf Internasional  dengan tajuk kegiatan ‘Festival Raja dan Sultan se-dunia’, yang akan digagas sebagai kerja Kolaborasi antara Yayasan Keturunan Tomanurung dan Lembaga Adat Kerajaan Gowa.

Rapat perdana yang dipimpin oleh PYM Annar Salahuddin Sampetoding Puang Sangalla selaku Ketua Yayasan Keturunan Tomanurung dan PYM Andi Kumala Idjo Sombayya ri Gowa.

Dalam Rapat tadi hadir perangkat adat Kerajaan Gowa, beberapa Lembaga Adat Kakaraengan, Dewan Adat Bate Salapanga dan Srikandi Balira sepakat melaksanakan kegiatan berkelas dunia tersebut yg direncanakan pada Bulan Nopember 2023.

Disamping menyepakati Tajuk Kegiatan, Waktu dan Agenda yang akan dilaksanakan, dalam rapat tersebut  juga menyepakati Puang Sangalla selaku Penanggung Jawab, Sombayya ri Gowa selaku Ketua Umum didamping H Andi Fahry Makkasau Karaeng Unjung (Karaeng Simbang) sebagai Sekretaris Umum.

Ketua dan sekretaris Umum serta beberapa Tim Kecil ditugaskan segera menyusun Term of References (TOR) kegiatan sekaligus membentuk Panitia Pelaksana Kegiatan.

Agenda penting yang akan menjadi inti kegiatan antara lain, Karnaval Budaya, Pentas Budaya, Pameran Budaya, serta Wisata Budaya yang pelaksanaannya dipusatkan di beberapa tempat yakni Makassar, Gowa, Maros dan Toraja.

Raja-raja  dan Kesultanan yang akan diundang adalah Raja dan Kesultanan yang telah eksis di Indonesia, Raja dan Kesultanan dari kawasan Asia Tenggara serta perwakilan Kerajaan yang ada di Afrika dan Eropah.

Ketua Dewan Ekonomi Indonesia Timur Annar Sampetoding mengatakan pihak panitia penyelenggara berupaya agar kegiatan ini dibuka dan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Selain itu, Andi Kumala Idjo Sombayya ri Gowa menyampaikan bahwa event ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ketahanan Budaya Nusantara serta ajang Silaturahmi bagi para Raja dan Sultan se-dunia tanpa memandang perbedaan organisasi Kerajaan yang menaungi.

Sementara itu, Sekretaris Umum panitia Andi Fahry berharap ada masukan dari berbagai Lembaga Adat dan Budaya.

” Kami berharap ada masukan dari berbagai Lembaga Adat dan Budaya agar dapat memunculkan ide-ide yang inovatif dan spesifik bisa dikompilasi menjadi satu desain kegiatan yg berkualitas dunia,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *