Pesta Panen di Pujananting Upaya Menjaga Tradisi Budaya

Daerah189 Dilihat

Barru, Menit7.Com — Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh, M.Si hadiri Festival dan Pesta Panen ke 3 di Desa Pujananting, Kecamatan Pujananting, Senin (31/07) malam.

Kegiatan tersebut yang digelar Karang Taruna Desa Pujananting dan Sponsor dari Pemerintah Desa Pujananting.

Selain Bupati Barru turut dihadiri Ketua DPRD Lukman T, Sekda Barru Dr.Abustan, Pimpinan OPD lingkup Pemda Barru, Camat Pujananting, Kepala Desa Gattareng, Jajaran Pemdes Pujananting, Bhabinkamtibmas dan Babinsa ,tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

Bupati Suardi Saleh mengucapkan rasa syukur karena masyarakat Desa Pujananting bisa mengadakan pesta panen.

“Alhamdulillah saya merasa bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT karena setiap tahun masyarakat di Desa Pujananting adakan pesta panen. Hal ini sebagai wujud syukur atas anugrah dan reski mendapat hasil panen yang meningkat,”ucap Suardi Saleh.

Suardi Saleh menambahkan kegiatan ini merupakan upaya menjaga tradisi budaya yang harus dipertahankan. Juga mewujudkan bentuk kesyukuran kepada Allah SWT.

“Bagaimana supaya kegiatan yang dipertahankan untuk memberi semangat kepada masyarakat atau petani Di Desa Pujananting dalam meningkatkan produksi pertanian,”ujar Bupati.

Sementara itu Kepala Desa Pujananting Rahman mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Ketua DPRD dan Sekda Barru dan juga dihadiri seluruh pejabat pada acara pesta panen malam ini. Hal hal ini menandakan bahwa mereka cinta Dengan masyarakat khususnya di Desa Pujananting.

Kades menjelaskan tempat pesta panen ini dulunya dipersiapkan menjadi Rujab Camat Pujananting. Setelah itu terbengkalai hingga di periode kami berupaya menganggarkan melalui ADD sehingga sudah nampak seperti ini. “Tempat ini namanya Taman Sorga atau Sarana Berolahraga,”ujarnya.

Dirinya berharap bahwa nanti tahun-tahun berikutnya kegiatan Pesta panen tidak lagi dibawa tenda tapi sudah menjadi gedung resprentatif.

Pada Pesta Panen semalam, Karang Taruna menyiapkan stand dari hasil produksi masyarakat seperti madu trigona dan gula aren. Kemudian mapadendang, sereapi, gendang riwakkang serta tarian empat etnis. (Humas IKP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *