Dua Orang Penghuni Ruko di Sanggalea Maros Tewas Diduga Dibunuh

Daerah182 Dilihat

Maros, menit7.com — Terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan di salah satu rumah toko (ruko) di Lingkungan Sanggalea, Kel. Taroada, Kecamatan Turikale, Maros Sulawesi Selatan, Rabu, 6/12/2023. Dua nyawa melayang. Yakni, seorang ayah, Makmur (53) dan anak laki – lakinya Abdillah Makmur (27) ditemukan bersimbah darah di lantai dua. Diduga bekas tikaman benda tajam. Peristiwa pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 04.30 WITA.

Rumah korban yang berlantai tiga warna pin itu dihuni 5 orang. Saat terjadi keributan, isteri dan dua orang anaknya berada dalam kamar. Rumah tersebut terletak di Jalan Poros Makassar – Maros. Berhadapan dengan Pesantren Istiqomah. Akibat kejadian itu sempat memacetkan arus lalu lintas. Para pengguna jalan terpaksa ekstra pelan-pelan mengendara.

Sejumlah informasi yang dihimpun media ini di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjelaskan, bahwa sekitar pukul 04.30 WITA, salah seorang anak perempuan korban, Uswatul Hasanah (22) berada di lantai 3 bergegas turun ke lantai 2 (dua) karena mendengar ada keributan dan ingin melaksanakan sholat Subuh.

Sambil mengintip turun ke lantai 2 Uswatul melihat Abdillah, kakaknya dan Makmur berkelahi dengan pelaku yang sampai berita ini diturunkan masih dalam pencarian pihak kepolisian.
Untuk tidak menambah korban, Makmur berteriak agar Uswatul jangan turun ke lantai 2. Uswatul pun kembali ke kamar adiknya dan mengunci pintu. Didalam kamar Uswatul menelpon ke tantenya, Jumi dan menghubungi Polres Maros.

Tak lama kemudian Omnya atas nama Udin ke TKP, namun Uswatul tidak berani turun buka pintu. Baru setelah ramai Uswatul turun dari lantai 3 dan melihat kedua korban sudah tergeletak berlumuran darah.
Peristiwa pembunuhan tersebut membuat gempar warga sekitar.

Sampai saat ini belum diketahui pasti apa motif dan siapa pelaku pembunuhan tersebut. Namun, ciri – cirinya sudah dikantongi pihak kepolisian.
Kapolres Maros AKBP Awaluddin Saleh bersama sejumlah personilnya turun langsung ke TKP yang dihubungi belum bisa memberikan keterangan. ” Beri kami kesempatan.Biarkan kami bekerja dulu,” ujarnya kepada media. (anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *