banner 728x250

KH Abdussalam Shohib Silaturahim dengan PWNU dan PCNU se-Sulsel, Tekankan Nilai Pesantren di Tubuh NU

  • Bagikan
banner 468x60

Makassar, Menit7.com – Wakil ketua PWNU Jawa Timur (2018-2023), KH. Abdussalam Shohib bersilaturahim dengan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan (Sulsel) dan pengurus cabang NU se-Sulawesi Selatan. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga serta memperkuat nilai-nilai pesantren sebagai fondasi utama dalam kehidupan organisasi Nahdlatul Ulama.

Silaturahim tersebut digelar di Hotel Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, Makassar, Jumat (5/6/2026). Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Rais Syuriah PWNU Sulsel KH Baharuddin HS, mantan Ketua KPU Sulsel Faizal Amir, dan Wakil Ketua PWNU Sulsel Prof. Marjuni.

Example 300x600

KH Abdussalam Shohib, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang Jawa Timur, menyampaikan sejumlah gagasan penting yang perlu menjadi perhatian dalam memimpin Nahdlatul Ulama (NU). Salah satunya, kata dia, adalah menjaga dan memperkuat nilai-nilai pesantren di tubuh organisasi.

“Nilai pesantren di tubuh NU (seperti) fiqih, tasawuf ketawadhuan pada kyai,” ujar Abdussalam dihadapan ketua PCNU se-Sulsel, Jumat (5/6).

Gus Salam, sapaan akrab KH Abdussalam Shohib, juga menekankan pentingnya memperkuat soliditas kepengurusan NU hingga ke tingkat struktural paling bawah. Menurutnya, perhatian terhadap organisasi harus diberikan secara menyeluruh, mulai dari tingkat wilayah hingga akar rumput dan masyarakat

“Perlunya NU di perhatikan dari PW sampai tingkatan struktur paling bawah serta masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Sulsel KH Baharuddin HS turut menyampaikan pesan kepada para pengurus NU yang hadir. Dalam arahannya, ia juga menyinggung pelaksanaan Muktamar PBNU yang akan datang.

“Muktamar mendatang akan seru dengan banyaknya kompetitor dan berharap berakhir sejuk,” ujarnya.

KH Baharuddin kemudian memaparkan sejumlah kriteria yang menurutnya perlu dimiliki oleh figur yang akan berkompetisi dalam Muktamar PBNU. Kriteria tersebut mencakup kapasitas keilmuan, integritas moral, hingga kemampuan menggerakkan organisasi.

“Kriteria yang harus dimiliki kompetitor muktamar menurut beliau, muallimin atau pendidik, al-ilmi atau pengetahuan, intelektual, zuhud atau tidak serakah terhadap dunia, muharriq atau muda, bergerak dan penggerak,” paparnya.

Menurut KH Baharuddin, seluruh kriteria tersebut dinilai dimiliki oleh cucu muassis NU, KH Bishri Syansuri; Gus Salam. Dia menyebut, aspek terakhir yang paling penting bagi seorang kompetitor adalah keikhlasan dalam berjuang.

“Semua karakter itu ada pada gus salam dan yang terakhir yang paling penting dimiliki kompetitor adalah Mukhlisin atau murni, suci, rahasia,” pungkasnya.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *