banner 728x250

Jembatan Bulucenrana Ambruk, IPMI Sidrap Pitu Riawa Desak Pemkab Tindak Cepat

  • Bagikan
Foto : Kolase Foto Ketua Umum IPMI SIDRAP Cabang Pitu Riawa Ardi Hamzah dan Jembatan Ambruk di Desa Bulucenrana (Dok. Istimewa)
banner 468x60

Sidrap, Menit7. com – Jembatan Bulucenrana di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang ambruk saat truk bermuatan pasir melintas telah memutus akses vital bagi masyarakat Desa Bulucenrana dan Desa Betao. Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Sidenreng Rappang (IPMI SIDRAP) Cabang Pitu Riawa mendesak Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk segera mengambil tindakan perbaikan.

Peristiwa itu terjadi di Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa pada Selasa (17/12) sekitar pukul 08.30 Wita. Mobil pengangkut pasir yang menyebrang diduga menjadi penyebab utama jembatan tersebut ambruk.

Example 300x600

Ketua Umum IPMI SIDRAP Cabang Pitu Riawa Ardi Hamzah mengatakan bahwa kerusakan jembatan ini membutuhkan penanganan segera, kalau tidak mobilitas masyarakat akan menjadi terhambat dan berdampak pada perekonomian mereka.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah agar segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jembatan ini, Ini adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat,” ujar Ardi kepada wartawan media ini Senin (17/12/2024)

Dia menyatakan bahwa Jembatan Bulucenrana yang rusak dapat menimbulkan risiko kecelakaan yang tinggi. Kondisi yang tidak aman ini memaksa masyarakat terutama anak-anak untuk bertaruh nyawa setiap kali mereka melintasi jembatan yang bisa ambruk kapan saja.

Sebagai organisasi kepemudaan yang peduli terhadap permasalahan masyarakat, IPMI Sidrap Cabang Pitu Riawa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses perbaikan jembatan ini.

” kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama mengawal proses perbaikan jembatan di Pitu Riawa,”ungkapnya.

Diketahui, Pemkab Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) membutuhkan anggaran Rp 24 miliar untuk memperbaiki jembatan yang roboh saat dilewati truk. Pemkab akan mengajukan bantuan anggaran tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu).

“Memang ini jembatan belum permanen. Makanya kami meminta bantuan pusat. Butuh sekitar Rp 20 miliar sampai Rp 24 miliar karena itu tadi kita mau yang permanen,” kata Kepala BPBD Sidrap Sudarmin kepada wartawan, Rabu (18/12/2024).

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *