banner 728x250

Ketua Pengelola Proyek Swakelola Diknas Menghilang, Gaji Tukang dan Material Belum di Lunasi

  • Bagikan
banner 468x60

Mamuju, Menit7.Com – Proyek Swakelola milik Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat kini masih menyisahkan sejumlah masalah. Ketua Pengelola Proyek Swakelola Diknas Syamsu Arasy dari kantor Diknas tiba-tiba menghilang dan tidak pernah lagi masuk kantor.

Menghilangnya Ketua Proyek Swakelola tersebut membuat sejumlah kepala tukang  dan tukang serta pemilik bahan material bangunan kesal, dan terus mencari keberadaannya.

Example 300x600

Hal itu terjadi akibat adanya sejumlah gaji tukang yang belum dibayarkan serta harga material bangunan dari toko bahan bangunan. Sementara pekerjaan proyek Swakelola dari 5 sekolah pekerjaannya sudah selasai sejak Desember 2024 lalu.

Bendahara Proyek Swakelola Diknas Provinsi Sulawesi Barat, Hartini dan Asma ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin 16 Juni 2025 mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan semua pembayaran sejak tanggal 27 Desember 2024 lalu.

Asma dan Hartini  mengaku membayar berdasarkan permintaan dari ketua Pengelola Swakelola Syamsu Arasy  dan bobot masing-masing pekerjaan.

Menurut Hartini dan Asma, ada sekitar Rp 7.5 Milyar dana proyek Swakelola dari Lima sekolah Menengah Atas tersebar di tiga kabupaten yakni Kabupaten Mamuju 2 unit, kabupaten Mamuju tengah 2 unit, dan kabupaten Mamasa 1 unit. Dari jumlah tersebut semua telah dicairkan seratus persen sejak bulan Desember tahun 2024 lalu, jelas Asma.

” Tidak ada Potongan kecuali pajak 11.5 persen honorer pengelola antara Rp 60 ribu hingga Rp 150 ribu tergantung jumlah anggaran sekolah masing-masing sekolah” Katanya.

Dari hasil penelusuran Media ini, mendapatkan data masih banyak sekolah yang sudah selesai pekerjaannya  belum dibayarkan oleh ketua pengelola Syamsu Arasy, antara lain. SMA Negeri 2 Bodong-Budong tersisa Rp. 20 juta, SMA Negeri 2 Topoyo Rp. 100 juta, SMA Negeri Sampaga Rp 70 juta, SMA Negeri Tommo Rp. 100 juta dan Mamasa Rp. 100 juta.

Ketua pengelola Syamsu Aras yang hendak dikonfirmasi di kantornya tidak berada di tempat, menurut salah staf di Bidang SMA Diknas Provinsi Sulawesi Barat, Syamsu Arasy sudah jarang lagi masuk kantor dan telah diberikan surat peringatan dari pimpinan, katanya.

Salah satu kepala Tukang Muh Adam yang dikonfirmasi mengatakan, ia bersama dengan sejumlah tukang dan kepala tukang lainnya sudah sejak Desember tahun 2024 menagih Ketua Pengelola hanya selalu di janji – janji saja dan hingga saat ini belum dibayarkan Dan sekarang ketua Pengelola Syamsu Arasy menghing dan tidak bisa lagi dihubungi ddan rumah tempat tinggalnya tergembok, tidak diketahui dimana keberadaannya, jelas Adam.

Sementara itu Plt Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, H Herdin Ismail dikonfirmasi melalui Handphonenya, meminta memasukkan surat pengaduan ke Gubernur dan Sekda agar diminta Inspektorat melakukan Pemeriksaan. (Ucheng)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *