banner 728x250

Kasus Penembakan di Polman Diduga 3 Polisi Terlibat Penyuplai Amunisi Tidak di Tetapkan Tersangka

  • Bagikan
banner 468x60

Mamuju, Menit7.com– Kasus penembakan yang terjadi di kabupaten Polewali Mandar bulan September 2025 lalu. Ternyata tidak hanya melibatkan Brigadir D, melainkan melibatkan 3 oknum anggota Polisi lain.

Ketiga oknum Polisi tersebut juga disebutkan menyuplai amunisi berupa peluru senjata api kepada pelaku.

Example 300x600

Hal tersebut diungkapkan Kuasa hukum salah seorang oknum polisi yang sudah menjadi tersangka.

Menurut Ahmad Udin SH, hal itu terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Polres Polman. Terdapat   3 orang oknum polisi lain yang diduga menyuplai amunisi kepada terduga pelaku eksekutor penembakan Husain di Kecamatan Campalagian.

Namun hingga saat ini hanya satu orang Polisi penyuplai peluru yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari hasil BAP penyidik Sat Reskrim Polres Polman selain oknum anggota Polda Sulbar Brigadir D yang di sebut sebagai penyuplai amunisi pada kasus Husain, ada juga 3 orang anggota lainnya yang juga diduga ikut menyuplai amunisi kepada terduga eksekutor yang menghabisi nyawa Husein,” ungkap   Ahmad Udin, dalam jumpa pers di warkop di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) Minggu (1/3/2026).

Ahmad Udin, menambahkan, Oknum yang disebut dalam BAP penyidik Sat Reskrim Polres Polman disebutkan oknum polisi yang juga diduga menyuplai amunisi kepada tersangka penembakan Husein, ada juga Inisial KA,Q, dan S. Tiga orang oknum polisi tersebut ada tugas di Polres Majene dan ada di kesatuan lain.

“Saya sangat sayangkan kenapa penyidik tidak menetapkan ke tiga oknum polisi yang disebut tersebut dalam BAP sebagai tersangka. Padahal mereka juga dikenakan dalam Undang Undang darurat. Kenapa hanya klien saya yang ditetapkan sebagai tersangka, ” jelas Ahmad Udin pada wartawan dalam kompresi pers.

Kuasa hukum tersangka mengatakan, berdasarkan hasil laboratorium forensik, amunisi yang digunakan oleh terduga eksekutor penembakan Husein berwajah silver,  sementara amunisi yang diberikan oleh kliennya kepada terduga eksekutor penembakan berwarna kuning, ujar Ahmad Udin pada wartawan.

Sebagai kuasa hukum terduga penyuplai amunisi dalam kasus penembakan seorang pria di Polman, dia berharap pihak penyidik Sat Reskrim Polres Polman agar dalam menangani kasus amunisi tersebut profesional.

“Dalam menangani kasus amunisi tersebut harus diungkap secara terang benderang. Kalau yang harus ditetapkan tersangka penyidik harus mengungkapnya jangan ada yang ditutupi,” pintanya.(ucheng)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *